Peringati 55 Tahun Tari Kethek Ogleng, Berharap Menjadi Even Tahunan

PEMDES NGUMBUL 19 November 2017 14:00:25 WIB

ngumbul.kabpacitan.id-Ratusan Penari Kethek Ogleng menggelar pertunjukan kolosal dalam rangkaian peringatan 55 tahun tari Kethek Ogleng. Ini merupakan kali pertama tarian asli dari Desa Tokawi dipertunjukkan secara kolosal.  
Bupati Pacitan Indartato mengatakan, tari Kethek Ogleng sebagai salah satu hasil kearifan budaya lokal diharapkan mendapat tempat khusus. Salah satunya dengan menggelar pertunjukan setiap tahun. “Pak Sutiman adalah sosok luar biasa yang saya kenal sejak tahun 1976. Mampu menciptakan karya seni yang menjadi bagian dari budaya kita,” harap  Bupati ketika menghadiri peringatan 55 tahun tari Kethek Ogleng dan lima tahun sanggar Condro Wanoro di halaman Monumen Panglima Besar Jendral Sudirman di Desa Pakisbaru, Nawangan, Minggu (19/11/2017) siang.
Karenanya, sebagai bagian dari upaya melestarikan budaya tradisional, bupati berharap pementasan tari yang satu ini menjadi agenda tetap setiap tahun. Tentunya dengan lebih meriah bertepatan dengan hari ulang tahun sanggar. Tidak hanya melibatkan warga lokal. Namun juga wilayah-wilayah sekitar Kabupaten Pacitan. "Tari Kethek Ogleng merupakan seni budaya asli Pacitan, masyarakat Pacitan harus punya rasa memimiliki, harus kita jaga dan lestarikan," tandasnya.
Bupati menjelaskan, jika kemudian harapan itu dapat terwujud pada tahun-tahun berikutnya, maka akan kian memperkaya khasanah pariwisata kota berjuluk Paradise of Java ini. Utamanya untuk detinasi wilayah Kecamatan Nawangan. Karena sebelumnya telah memiliki kawasan Monumen Panglima Besar Jendral Sudirman. “Pemerintah daerah akan berupaya sebisa mungkin membantu untuk mendukungnya menjadi salah satu even wisata budaya,” jelas dia.
Sementara itu, Sukisno Pimpinan Sanggar Condro Wanoro sangat berterimakasih atas dukungan yang disampaikan Bupati Indartato dalam upaya pemerintah daerah terhadap pelestarian tarian tradisional khas Pacitan. "Kami ucapkan terimakasih atas dukungan semua pihak, semoga dengan diupayakannya menjadi event tahunan tari Kethek Ogleng akan semakin mendapat tempat dihati masyarakat Pacitan, sekaligus bisa mengangkat budaya asli Pacitan didunia luar," ungkap Sukisno.  
Dirinya mengakui semangat  memiliki masyarakat terhadap seni tari Kethek Ogleng sangat besar.  "Anak-anak didik sangat antusias mengikuti latihan menari dengan tidak takut basah dan kotor, bahkan setiap latihan berbekal nasi dari rumah," ungkap Sukisno mengenang.
Sukisno berharap, kegiatan ini akan bisa menjadi agenda tahunan. "Tahun depan harapan kami harus bisa lebih semarak lagi, lebih kolosal dan menjadi kebanggaan masyarakat Pacitan, seperti halnya Reog Ponorogo yang mendunia," harapnya. (admin/humaspacitan)

Belum ada komentar atas artikel ini, silakan tuliskan dalam formulir berikut ini

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Komentar
 

Layanan Mandiri


Silakan datang / hubungi perangkat Desa untuk mendapatkan kode PIN Anda.

Masukkan NIK dan PIN!

Media Sosial

FacebookTwitterGoogle PlussYoutubeInstagram

Statistik Kunjungan

Hari ini
Kemarin
Jumlah pengunjung

N-Radio

Free Shoutcast HostingRadio Stream Hosting

Lokasi Ngumbul

tampilkan dalam peta lebih besar